Peralihan musim setiap tahun membawa akibat perubahan pola penyakit wabah. Hampir selalu terjadi wabah penyakit khususnya penyakit karena kuman (diare, demam thyfoid, ISPA) atau virus (Influenza, DBD, Chikungunya, Campak).
Untuk mencegah timbulnya wabah penyakit DBD di awal musim penghujan ini, Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dengan pelaksana UPTD Puskesmas Masaran 2, telah melaksanakan beberapa upaya preventif, promotif maupun penanganan KLB DBD. Upaya tersebut, berkoordinasi dengan Camat Masaran, dikoordinir Kepala Puskesmas dengan melibatkan petugas P2P, pembina wilayah, bidan desa, PNS serta masyarakat.
Persepsi masyarakat tentang DBD masih menggunakan Paradigma Sakit, sehingga setiap terjadi kasus maka tuntutan melaksanakan fogging masih dominan. UPTD Puskesmas Masaran 2 melalui media komunikasi langsung (pertemuan kelompok masyarakat di tingkat RT, Dukuh maupun Desa serta pertemuan informal) serta komunikasi tidak langsung (Pamflet, poster, penyuluhan keliling) berusaha merubah Paradigma Sakit menjadi Paradigma Sehat. Tujuan antara upaya tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DBD kepada upaya pencegahan sehingga mengatasi masalah DBD lebih ditekankan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kegiatan PSN secara rutin lebih efektif mencegah terjadinya wabah daripada dengan fogging.
Harapan kami dengan upaya tersebut timbul kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat khususnya dalam mencegah wabah Demam Berdarah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar